CPU
Chapter 11
A. Definisi
CPU (Central Processing Unit) atau Processor adalah komponen berupa chip atau IC berbentuk
persegi empat yang merupakan otak dan pengendali proses kinerja komputer,
dengan dibantu oleh komponen lainnya. Satuan kecepatan processor adalah Mhz (Mega
Heartz) atau Ghz (1000 MegaHeartz). Semakin besar nilainya, semakin cepat
proses eksekusi pada komputer.
1. Bagian – bagian dalam processor
A.ALU (Arithmetic and Logical Unit)
Tugas utama ALU adalah melakukan semua
perhitungan aritmatika (matematika) yang terjadi sesuai dengan intruksi
program. ALU melakukan semua operasi aritmatika dengan dasar penjumlahan
sehingga sirkuit elektronik yang digunakan disebut adder.
Tugas lain ALU adalah melakukan keputusan
operasi logika sesuai dengan instruksi program. Operasi logika meliputi
perbandingan dua operand dengan menggunakan operator logika tertentu, yaitu
sama dengan (=), tidak sama dengan, kurang dari (<), kurang atau sama dengan
(<=), lebih besar dari (>), dan lebih besar atau sama dengan (=>).
B. CU (Control Unit)
CU merupakan pengatur lalu lintas data yang
mempunyai fungsi berikut.
1.
Mengatur dan mengendalikan alat
input dan output.
2.
Mengambil instruksi memori
utama.
3.
Mengambil data memori utama
(jika diperlukan) untuk diproses.
4.
Mengirim instruksi ke ALU jika
terdapat perhitungan aritmatika atau perbandingan logika serta mengawasi kerja
ALU.
5.
Menyimpan hasil proses ke
memori utama.
C. MU (Memory Unit)
MU adalah alat penyimpanan kecil yang
mempunyai kecepatan akses cukup tinggi. Digunakan untuk menyimpan data dan
intruksi yang sedang diproses, sementara data dan intruksi lain yang menunggu
giliran untuk diproses masih disimpan dalam memori utama. Memori ini
disebut cache memory
yang dibenamkan pada processor sehingga processor akan lebih cepat
melakukan proses eksekusi.
2. fungsi sebuah processor
1.
Tempat mengatur semua intruksi
program pada komputer.
2.
Pengelola semua aktivitas
kinerja di dalam komputer.
3. Istilah-istilah yang digunakan pada teknologi processor
A. Bus clock atau FSB (Front
Side Bus)
Bus clock adalah lebar jalur transfer data pada processor yang berfungsi
mengirim dan mengambil data dari komponen komputer. FSB ini sering digunakan
dengan istilah “PC”. Sebagai gambaran, Intel Pentium IV 1.6 Ghz PC-400,
berarti processor tersebut
bekerja pada bus atau
FSB 400 Mhz dan dalam satu kali pengiriman data, processor mampu mengirim data sebanyak 400 juta. Kemampuan
FSB pada processor harus
ditunjang dengan kemampuan FSB yang dimiliki motherboard agar diperoleh kinerja yang maksimal.
B. Clock speed processor
Clock speed
processor adalah kecepatan processor dalam
melakuan proses data atau eksekusi perintah yang bisa diselesaikan dalam waktu
satu detik. Misalnya, Intel Pentium IV 1,6 Ghz, berarti processor mempunyai kecepatan
untuk eksekusi perintah sebesar 1600 juta dalam satu detik. Semakin besar nilai clock speed, semakin cepat processor tersebut menyelesaikan
pekerjaannya.
Nilai pada clock speed pada processor diperoleh dari hasil perkalian antara FSB
dan multiplier yang
ada pada motherboard.
Contohnya, komputer Pentium IV 2,66 Ghz (2660 Mhz) dengan FSB atau PC 133 Mhz
dan nilai multiplier yang
digunakan sebesar 20x, sistem perkalian yang digunakan adalah clock speed (2660 Mhz) = FSB
(133 Mhz) x multiplier (20).
C. Cache memory
Cache memory adalah jenis memori yang dibenamkan pada processor dan berfungsi
menyimpan perintah yang dilakukan oleh processor. Cache
memory pada processor dibagi
menjadi dua macam:
1.
Cache first level atau dikenal dengan cache L1. Umumnya, processor menggunakan L1 berkembang mulai darri 8Kb, 64Kb,
sampai 128Kb.
2.
Cache second level atau dikenal dengan cache L2 .
Ini umumnya processor memiliki
kapasitas lebih besar daripada yang digunakan pada cache L1 dan sekarang dikenal dengan istilah “core”. Pada
jenis processor lama, cache L2 terdapat pada motherboard. Namun,
perkembangan processor jenis
yang baru cache L2
ini sudah dibenamkan langsung di dalam processor sehingga lebih mempercepat kinerja processor untuk mengeksekusi dan
transfer data. Kapasitas cache L2
berkembang mulai 128MB hingga yang terbaru mencapai 2GB.
D. Overclock CPU (Central
Processing Unit)
Overclock CPU adalah teknik untuk meningkatkan atau menaikkan
nilai clock speed processor dari kecepatan normal
yang dimiliki oleh processor. Overlock ini dilakukan dengan
mengubah setting nilai
FSB dan multiplier pada motherboard. Pada motherboard dan processor jenis lama, setting dilakukan dengan
mengubah posisi jumper FSB
atau multiplier pada motherboard, sedangkan pada
jenis motherboard yang
baru, setting overclock dilakukan
dengan mengubah nilai FSB dan multiplier yang
ada pada BIOS. Contoh teknik overclock,
yaitu clock speed (2660
Mhz) = FSB (133 Mhz) x multiplier (20),
diubah menjadi clock speed 2800
Mhz dengan mengganti nilai multipllier menjadi
21.
Teknik overclock ini akan lebih mempercepat kinerja komputer,
tetapi akan menyebabkan komputer lebih cepat panas dan rusak jika tidak
ditunjang dengan sistem pendingin komputer yang terbaik. Processor akan lebih cepat dalam
mengatur dan mengelola semua instruksi program dalam kinerjanya, jika didukung
dengan kapasitas FSB dan L2 cache yang
tinggi, dibandingkan dengan processor yang
memiliki nilai clock speed atau
CPU clock yang
tinggi. Misalnya, perbandingan kecepatan processor dengan clock speed 2,8 Ghz, L2 cache 1 MB dan FSB 533 Mhz (processor kelas Pentium IV) dengan processor clock speed 1,86 Ghz, L2 Cache 2 MB, dan FSB 1066 Mhz (processor kelas Core 2 duo),
kinerja processor kelas
core 2 duo akan lebih cepat dibandingkan kinerja processor kelas Pentium IV, walaupun memiliki nilai clock speed lebih rendah
dibandingkan processor kelas
Pentium IV.
4. Troubleshooting
A. Masalah pada processor biasanya menyebabkan
tampilan pada layar blank tanpa
bunyi apa pun. Hal ini terjadi karena:
1.
Processor mati atau rusak
2.
Processor terbakar akibat suhu terlalu panas yang karena melakukan overclock atau karena kipas
pada processor tidak
berfungsi.
3.
Solusinya
adalah dengan mengganti dengan processor yang
baru.
Berikut ini beberapa cara untuk
merawat processor, agar
selalu berfungsi dengan baik:
1.
Gunakan heatsink dan kipas yang bagus.
2.
Sering
membersihkan heatsink dan
kipas yang menempel pada processor.
3.
Rapikan
kabel yang ada di dalam casing.
4.
Hindari
melakukan teknik overclock agar processor tidak mudah panas dan
usia processor dapat
lebih panjang.
5.
Perbedaan processor antar generasi
6.
Perbedaan
clock speed.
7.
Perbedaan
besar cache size.
8.
Banyaknya Core dalam suatu processor.
9.
Processor yang baru lebih sedikit mengkonsumsi daya listrik.
10.
Perbedaan
pada banyaknya bus system dan bus address.